Minggu, 09 Oktober 2011

Serbuan Semut di Ausralia

Ilustrasi
  • KOLONI SEMUT TERPANJANG
     Pada tanggal 12 Agustus 2004, sebuah koloni semut sepanjang 62 mil (sekitar 100 km) ditemukan di bawah kota Melbourne, Australia. Menurut ahli semut dari Universitas Monash, Elissa Suhr, semut tersebut adalah jenis semut Argentina. Semut ini pertama kali tiba di Australia pada tahun 1939. nama latin untuk semut tersebuat adalah Linepithema humile.
Semut ini masuk ke Australia dengan menumpang pesawat terbang. Serbuan semut ini termasuk serbuan paling parah yg memasuki Australia. Semut-semut itu bisa beradabtasi dengan baik dengan ekosistem Australia. Dengan kata lain, semut-semut ini telah merasa betah tinggal di Australia. :( 

  • MEMBAHAYAKAN LINGKUNGAN
     Semut ini tidak berbahaya bagi manusia. Tetapi semut yg bentuknya seperti semut rumah biasa ini ternyata membahayakan lingkungan. Semut-semut ini melahap habis serangga, nektar, benih, humus, dan cacing yg ada tanpa menyisakan sedikit pun untuk hewan lain. Hewan-hewan ini juga sering masuk dapur dan menghabiskan makanan yg tidak tertutup rapat.
  • PERUBAHAN GENETIS
    Di daerah aslinya di Argentina, panjang semut-semut ini hanya mencapai 10 meter. Lalu bagaimana ceritanya di Australia panjangnya mencapai 100 km?
Ternyata semut-semut ini mengalami perubahan perilaku ketika tiba di Australia.   
   Di tempat asalnya, semut ini bersifat agresif satu sama lain. Pertempuran antarsarang sering kali terjadi. Di Australia, mereka mengalami perubahan genetis yg menyebabkan mereka yidak lagi agresif satu sama lain. Mereka tidak lagi berkelahi antarsarang, malah membentuk sebuah koloni besar. Akibatnya jumlah mereka menjadi sangat banyak, membahayakan lingkungan, dan mengerikan.
   Kini para ahli mengadakan penelitian di wilayah lain untuk mengetahui kemungkinan kasusu ini juga terjadi di tempat itu. Selain itu, para ahli juga akan mengembangkan strategi untuk memperkecil dampak yg ditimbulkan semut-semut tersebut. 

Pesan Moralnya : Alam pun mulai tidak bersahabat dengan manusia, jadi mari lestarikan bumi kita demi kita dan anak cucu kita di masa mendatang

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda